HMI Cabang Cianjur

HMI CONFORMITY

Sebuah Visi dalam Mewujudkan Tujuan Organisasi

Henda Rosadi

Ketua Umum

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi mahasiswa yang telah berdiri sejak 1947 memiliki tradisi panjang dalam membentuk kader yang berintegritas, berwawasan luas, dan berorientasi pada kemajuan umat dan bangsa. Dalam perjalanannya, HMI memiliki nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi perjuangan dalam setiap gerakannya, baik dalam ranah intelektual,spiritual, maupun kebangsaan.

 

Gagasan Conformity HMI dapat dipahami sebagai bentuk kesadaran kolektif yang mendorong anggotanya untuk beradaptasi dengan nilai dan norma yang telah menjadi bagian dari organisasi. Melalui berbagai tahap perkaderan, anggota HMI diajarkan untuk memahami dan menginternalisasi nilai-nilai dasar organisasi, seperti keislaman, keindonesiaan, dan independensi. 

Dalam hal ini, gagasan Conformity HMI menjadi elemen penting untuk menjaga kesinambungan ideologi dan visi HMI dalam mencetak kader yang berkualitas serta bagaimana anggota HMI menyesuaikan diri dengan nilai-nilai, norma, dan budaya organisasi.

 

Conformity dalam konteks ini bisa berarti kepatuhan terhadap prinsip-prinsip dasar HMI, seperti keislaman, keindonesiaan, serta independensi organisasi.

Dalam dinamika intelektual, HMI juga dikenal sebagai wadah yang membuka ruang bagi kebebasan berpikir dan diskusi kritis. Kader HMI didorong untuk tidak hanya menerima dogma begitu saja, tetapi juga melakukan telaah kritis terhadap berbagai permasalahan yang ada. Yakin Usaha Sampai Untuk Kemajuan !

CONFORMITY HMI

  1. Reformulasi Kaderisasi
    ● Mengembangkan sistem kaderisasi yang berbasis pada intelektualitas, profesionalisme, dan kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
    ●Meningkatkan kualitas pelatihan kader dengan pendekatan yang lebih inovatif dan berbasis riset.
    ●Rekontruksi Formulasi 5 kualitas Insan Cita yang mampu memetakan Peradaban
  2. Peningkatan Peran HMI dalam Pembangunan Bangsa
    ●Mendorong keterlibatan aktif kader HMI dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi, sosial, politik, dan teknologi.
    ●Menguatkan peran HMI sebagai mitra kritis dan strategis dalam pembangunan nasional dan daerah.
  3. Penguatan Nilai Keislaman dan Keindonesiaan
    ●Memperkuat pemahaman Islam rahmatan lil ‘alamin dalam setiap gerakan dan kebijakan organisasi
    ●Menanamkan semangat kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, keadilan, dan kesejahteraan umat.
  4. Transformasi Digital dan Inovasi Organisasi
    ●optimalisasi teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas organisasi dalam kaderisasi dan advokasi.
    ●Membangun jaringan komunikasi yang kuat antar kader HMI di seluruh Indonesia dan dunia.
  5. Kemandirian Ekonomi Organisasi
    ●Mendorong program kewirausahaan bagi kader HMI untuk menciptakan kemandirian finansial.